Bangun Pagi

Alhamdulillaah, selama kembali ke Belanda lagi saya sudah mulai rajin bangun lebih pagi. Padahal dulu saya lebih sering bangun telat. Terima kasih kepada bulan puasa, dan perubahan jam biologis sejak pulang kampung ke Indonesia sebulan yang lalu.

Saya sangat senang bisa lebih rutin bangun pagi, walaupun disisi yang lain saya jadi agak kesulitan begadang sampai subuh seperti biasanya. Kalau biasanya saya bisa bertahan sampai sekitar jam 3 atau 4 dinihari, belakangan ini saya hanya bisa bertahan paling lama sampai jam 12 atau jam 1 dinihari.

Cepat bangun berarti harus cepat tidur, sepertinya begitu 🙂

Share the Post
Default image
Rizqi Fahma
A practical guy who enjoys to write about his daily life without any falsity. He's probably not good enough in writing yet, but he's trying to be better at it.

2 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: